Download 12 Masjid PDF

Title12 Masjid
File Size2.7 MB
Total Pages333
Document Text Contents
Page 166

Bab 6 : Larangan dalam Masjid Seri Fiqih Kehidupan (12) : Masjid



166

رواه اجلماعة
Orang yang berwudhu' pada hari Jumat maka hal itu baik,
namun bila dia mandi maka mandi lebih utama. (HR. Jamaah)

2. Berhias dan Berparfum

Disunnahkan bagi setiap muslim apabila masuk ke
dalam masjid untuk berhias dan memakai pakaian yang
terbaik. Dasarnya adalah firman Allah SWT :

مسِجٍديا بِني آدم خذُواْ ِزينتكُم ِعند كُلِّ
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap
(memasuki) mesjid. (QS. Al-A’raf : 31)

Sedangkan dalil untuk berparfum atau memakai
wewangian diantaranya hadits berikut ini

طُهٍر ويدِهن يغتِسلُ رجلٌ يوم الْجمعِة ويتطَهر ما استطَاع ِمن ال
ِتِه ثُميِطيِب ب ِمن سمي ِنِه أَوهد فَ ِمن جرخي ِن ثُمياثْن نيب قفَرال ي

لَه ا كُِتبلِّي مصي ِصتني ِإالَّثُم اماِإلم كَلَّماِإذَا تم لَه غُِفر هنيب
وبين الْجمعِة اُألخرى

Dari Salman Alfarisi berkata bahwa Nabi SAW
bersabda,"Tidaklah seorang laki-laki mandi pada hari Jum'at
lalu bersuci semaksimal mungkin, memakai wewangian
miliknya atau minyak wangi keluarganya, lalu keluar rumah
menuju masjid, ia tidak memisahkan dua orang pada tempat
duduknya lalu dia shalat yang dianjurkan baginya dan diam
mendengarkan khutbah imam, kecuali dia akan diampuni
dosa-dosanya yang ada antara Jum'atnya itu dan Jum'at
yang lainnya. (HR. Bukhari)

3. Tidak Memakan Makanan Yang Menyengat

Di sisi lain, masuk ke dalam masjid dalam keadaan

Page 167

Seri Fiqih Kehidupan (12) : Masjid Bab 6 : Larangan dalam Masjid



167

tubuh berbau kurang sedap justru menjadi larangan. Dan
salah satunya adalah karena seseorang memakan makanan
jenis tertentu, yang bisa berakibat mengeluarkan bau yang
kurang sedap, baik lewat mulutnya atau pun lewat
keringatnya.

Maka kita menemukan banyak hadits yang melarang
seseorang yang habis makan bawang dan makanan berbau
busuk lainnya untuk masuk ke dalam masjid. Semua semata-
mata untuk menjaga adab-adab masjid, agar berbau harum
dan jangan sampai berbau tidak sedap.

Di antara hadits yang melarang itu adalah :

ناِبٍر قَالَ عولُ اللَِّه جسى رهن أَكِْل نا عنتلَباِث فَغالْكُرِل وصالْب
الشجرِة الْمنِتنِة فَالفَقَالَ من أَكَلَ ِمن هِذِه الْحاجةُ فَأَكَلْنا ِمنها

ى ِمنه اِإلنسيتأَذَّ يقْربن مسِجدنا فَِإنَّ الْمالِئكَةَ تأَذَّى ِمما
Dari Jabir berkata bahwa Rasulullah SAW melarang makan
bawang merah dan bawang bakung, tetapi kami sangat
membutuhkannya, maka kami makan sebagian darinya, lalu
beliau bersabda,'Siapa makan sebagian dari pohon berbau
busuk ini, maka janganlah dia mendekati masjid kami, karena
malaikat merasa tersakiti sesuatu yang karenanya manusia
juga merasa tersakiti. (HR. Muslim)

نأَكَلَ م نةً مرقْلَِة الثُّوِم و قَالَ مِذِه الْبه أَكَلَ ِمن الثُّوملَ وصالْب
بقْراثَ فَال يالْكُرا فَِإنَّونِجدسم ن هأَذَّى ِمنتا يأَذَّى ِممتالِئكَةَ تالْم

مو آدنب
Dari Jabir bin Abdullah dari Nabi SAW, beliau bersabda,
Siapa yang makan sayur bawang putih ini, -dan pada
kesempatan lain beliau bersabda,'Siapa makan bawang
merah dan putih serta bawang bakung’- Maka janganlah dia

Similer Documents