Download 40. Cedera Kaki PDF

Title40. Cedera Kaki
File Size118.3 KB
Total Pages9
Document Text Contents
Page 1

CEDERA KAKI

Perhatian
• Walaupun cedera tulang pada tungkai bawah terlihat serius, kasus tersebut sering

tidak mengancam nyawa dan termasuk dalam secondary survey pada pasien
trauma.

• Semua dislokasi biasanya bukan merupakan kasus serius dan hanya membutuhkan
analgesik yang adekuat, kecuali pada 3 kasus sbb, yang membutuhkan reduksi
secepatnya:
1. Dislokasi lutut (karena popliteal artery compromise)
2. dislokasi pergelangan kaki (karena nekrosis kulit)
3. Dislokasi panggul (karena avaskular nekrosis panggul)
• Untuk semua dislokasi sendi yang membutuhkan manipulasi dan
reduksi pada ED, jangan berikan opioids IM, namun berikan secara IV. Karena
opioid yang diberikan lewat IM absorbsinya baik. Sehingga ketika dibutuhkan
conscious sedation, seseorang harus memastikan dosis efek penghilang nyerinya.
Hal ini akan menyebabkan supresi pernafasan dan hipotensi ketika dosis total
opioid IM diabsorbsi ke dalam sirkulasi.

Dislokasi Panggul
• Mekanisme cedera

1. Dashboard injury
Catatan : hal ini terjadi karena simultannya fraktur patella, fraktur femoral shaft
dan dislokasi panggul posterior.

2. jatuh bertumpu pada kaki menyebabkan dislokasi panggul posterior jika kaki
mengalami fleksi dan adduksi pada pangkal paha, dislokasi anterior terjadi jika
pangkal paha terlalu abduksi dan dislokasi sentral terjadi jika femur berada pada
posisi antara abduksi atau adduksi.

3. jatuh dengan berat badan bertumpu saat kaki sedang melebar/terbuka, lutut
lurus dan punggung membungkuk ke depan menyebabkan anterior hip
dislocation.

4. melakukan ‘split’ menyebabkan dislokasi panggul anterior.
5. jatuh pada satu sisi menyebabkan dislokasi panggul sentral.
• Manifestasi klinis
1. dislokasi panggul posterior : panggul fleksi ringan, adduksi dan rotasi ke dalam,

kaki terlihat lebih pendek, femoral head terpalpasi pada bokong.
2. Dislokasi panggul anterior : panggul fleksi ringan, abduksi dan rotasi ke luar,

tonjolan dislocated head di bagian anterior terlihat dari arah samping.
3. Dislokasi panggul sentral : kaki dalam posisi yang normal, nyeri tekan pada

trochanter dan pangkal paha, serta masih terdapat gerakan yang kecil/terbatas.
• X Ray : foto AP yang menunjukkan pelvis, serta lateral view yang
menunjukkan pangkal paha yang terlibat.

Page 7

• Komplikasi : Nekrosis kulit pada delayed reduction dislokasi ankle.
• Terapi :

1. sprained ankle :
a. berikan analgesic pada ED
b. KRS dengan terapi RICE dan analgesic
c. Rujuk ke fisioterapi untuk strapping ankle pada severe sprain.

2. Fraktur ankle :
a. Aplikasikan backslab dibawah lutut
b. MRS untuk fiksasi internal kecuali pada isolated stabel fracture of

lateral malleoulus dibawah ankle mortise yang dapat diterapi secara
konservatif.

3. Dislokasi ankle
a. Pasang heparin plug dan berikan narkotik IV sebelum dilakukannya

X ray
Catatan : dislokasi ankle harus direduksi secepatnya dibawah conscious
sedation dengan midazolam dan narkotik, atau inhalasi Entonox
(N2O/O2) untuk mencegah nekrosis kulit. Sehingga, jika terdapat
katerlambatan X ray > 10-15 menit atau jika terdapat tanda circulatory
compromise, ankle tersebut harus direlokasi bahkan sebelum X ray
dilakukan.
b. Aplikasikan short leg backslab setelah reduksi
c. Lakukan post reduksi X ray
d. MRS untuk fiksasi internal.

Fraktur Calcaneum
• Mekanisme trauma : jatuh dari ketinggian pada tumit

Catatan : ingat untuk menyingkirkan fraktur calcaneal bilateral dan wedge fracture of
spine.

• Manifestasi klinis :
1.tumit ketika dilihat dari arah belakang akan nampak melebar, memendek,
mendatar atau miring ke lateral membentuk valgus.
2. Pembengkakan yang menegang pada tumit
3. Nyeri tekan local yang jelas
4. Jika px muncul kemudian, mungkin akan timbul
bruising yang dapat menyebar ke sisi medial telapak kaki dan proksimal dari
betis.

• X ray : AP, lateral, dan axial view dari
calcaneum
• Terapi :
1. jika sendi subtalar tidak terlibat

a. aplikasikan firm bandaging over wool
b. KRS dengan crutches (tongkat penyangga), analgesic, dan sarankan

untuk melakukan elevasi tungkai di rumah.
2. Jika fraktur kalkaneum bilateral ada, sarankan untuk istirahat.
3. Jika kalkaneum mengalami pergeseran atau ‘crushed’:

a. aplikasikan backslab di bawah lutut

Similer Documents