Download Acne Vulgaris PDF

TitleAcne Vulgaris
File Size589.2 KB
Total Pages14
Document Text Contents
Page 1

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA



2.1 Akne vulgaris

2.1.1 Definisi

Akne vulgaris merupakan gangguan dari unit pilosebasea yang sering dijumpai,

dikarateristikkan dengan adanya papul folikular non inflamasi (komedo) dan adanya papul

`inflamasi, pustul, nodul dan kista pada bentuk yang berat. Akne vulgaris mengenai daerah kulit

dengan populasi kelenjar sebasea yang paling padat; antara lain pada daerah wajah, dada bagian

atas, dan punggung. Akne vulgaris yang berat dapat memberikan dampak psikologis dan fisik

berupa stres emosional, depresi dan skar yang permanen.

2.1.2 Epidemiologi

1,3

Akne vulgaris diperkirakan mengenai 79-95% pada usia remaja.13 Pada pria dan wanita

yang berusia lebih dari 45 tahun, 40-45% diantaranya memiliki akne vulgaris pada wajah,

dimana pada 12% wanita dan 3% pria menetap hingga usia pertengahan.14 Meskipun demikian,

hanya ada beberapa penelitian mengenai prevalensi akne vulgaris pada remaja di Asia. Dalam

suatu penelitian yang dilakukan terhadap 1.045 remaja usia 13-19 tahun di Singapura, hasilnya

memperlihatkan bahwa 88% diantaranya ternyata memiliki akne vulgaris. Dari jumlah tersebut,

51,4 % diklasifikasikan sebagai akne vulgaris ringan, 40 % akne vulgaris sedang dan 8,6 %

akne vulgaris berat.

Saat memasuki usia dewasa, prevalensi akne vulgaris akan menurun. Namun demikian pada

wanita kejadian akne vulgaris dapat terus berlanjut hingga usia dekade ketiga atau lebih lama

lagi. Pada pria umumnya akne vulgaris lebih cepat berkurang, namun pada penelitian diketahui

15

Universitas Sumatera Utara

Page 2

bahwa justru gejala akne vulgaris berat terjadi pada pria.1 Akne vulgaris nodulokistik dilaporkan

lebih sering terjadi pada pria kulit putih dibandingkan kulit hitam, dan satu penelitian

menemukan bahwa akne vulgaris lebih berat pada pasien-pasien dengan genotip XYY.

2.1.3 Etiologi dan patogenesis

1

Patogenesis akne vulgaris bersifat multifaktorial. Ada 4 faktor penting yang dianggap

berperan dalam perkembangan suatu lesi akne vulgaris. Faktor-faktor tersebut antara lain

hiperproliferasi folikuler epidermal, peningkatan produksi sebum, peningkatan aktivitas P.

acnes, dan inflamasi.

Hiperproliferasi epidermal folikular adalah kejadian yang pertama sekali dikenal dalam

perkembangan akne vulgaris. Penyebab pasti yang mendasari hiperproliferasi ini tidak diketahui.

Saat ini, ada 3 buah hipotesis yang telah diajukan untuk menjelaskan mengapa epitelium

folikular bersifat hiperproliferatif pada individu dengan akne vulgaris. Pertama, hormon

androgen, yang telah dikenal sebagai pencetus awal. Komedo, lesi klinis yang menyebabkan

pembentukan sumbatan pada muara folikular, mulai timbul disekitar usia pubertas pada orang-

orang dengan akne vulgaris. Derajat akne vulgaris komedonal pada usia prapubertas

berhubungan dengan kadar hormon androgen adrenal yaitu dehydroepiandrosterone sulphate

(DHEA-S). Apalagi, reseptor hormon androgen ditemukan pada folikel-folikel dimana komedo

berasal. Selain itu individu dengan malfungsi reseptor androgen ternyata tidak akan mengalami

akne vulgaris. Kedua, perubahan komposisi lipid, yang telah diketahui berperan dalam

perkembangan akne. Pada pasien akne biasanya mempunyai produksi sebum yang berlebihan

dan kulit yang berminyak. Produksi sebum yang berlebihan ini dapat melarutkan lipid epidermal

normal dan menyebabkan suatu perubahan dalam konsentrasi relatif dari berbagai lipid.

Berkurangnya konsentrasi asam linoleat ditemukan pada individu dengan lesi akne vulgaris, dan

1,3

Universitas Sumatera Utara

Page 7

E. International consensus conference on acne classification system membuat gradasi akne

vulgaris sebagai berikut:

1. Ringan : Terdapat sedikit komedo, papul dan pustul,tidak terdapat

16

nodul

2. Sedang : Terdapat beberapa komedo papul dan pustul. Sedikit hingga beberapa

nodul

3. Berat : Banyak komedo, papul, pustul dan nodul

Catatan: sedikit < 5, beberapa 5-10, banyak > 10 lesi

2.1.6 Diagnosis

Diagnosis akne vulgaris merupakan suatu diagnosis klinis yang ditegakkan berdasarkan

anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pada kasus-kasus tertentu, dibutuhkan pemeriksaan penunjang

seperti pemeriksaan laboratorium darah dan biopsi histopatologi.

Pemeriksaan laboratorium tidak diindikasikan pada pasien pasien dengan akne vulgaris kecuali

pada kasus – kasus hiperandrogenisme, dismenorrhea atau hirsutisme. Parameter yang diperiksa

antara lain hormon DHEA-S untuk menentukan fungsi adrenal, testosteron dan free testosteron

untuk aktivitas ovarium, luteinizing hormone / follicle stimulating hormone (LH/FSH) untuk

aktivitas polycistic ovarian syndrome (PCOS) dan prolaktin untuk mengidentifikasi suatu

gangguan hipofisis yang mungkin terjadi. Kultur lesi kulit dilakukan untuk mengeksklusikan

kemungkinan folikulitis gram negatif.

1

Pemeriksaan histopatologis memperlihatkan gambaran yang tidak spesifik berupa serbukan sel

radang kronis disekitar folikel pilosebasea dengan masa sebum didalam folikel. Pada kista

radang sudah menghilang diganti dengan jaringan ikat pembatas, masa cairan sebum yang

bercampur darah, jaringan mati dan keratin. Selanjutnya dapat terjadi fibrosis dan skar.

1,2,4

1,2

Universitas Sumatera Utara

Page 8

2.1.7 Diagnosis banding

Diagnosis akne vulgaris biasanya cukup mudah, namun terkadang masih sering salah dalam

mendiagnosis. Beberapa kondisi yang sering menyerupai akne vulgaris diantaranya adalah erupsi

akneiformis, folikulitis, rosasea, dermatitis perioral, adenoma sebasea, keratosis pilaris, milia dan

siringoma. Penyakit-penyakit ini umumnya tidak memiliki komedo.

Erupsi akneiformis yang diinduksi oleh obat misalnya kortikosteroid, INH, barbiturat, bromida,

yodida, difenilhidantoin, trimetadion, ACTH dan lainnya. Klinis berupa erupsi papulo pustul

mendadak tanpa adanya komedo di hampir seluruh bagian tubuh. Dapat disertai demam dan

dapat terjadi diseluruh usia.

1-4

Folikulitis adalah peradangan pada folikel rambut yang dapat disebabkan Staphylococcus aureus

atau Pytirosporum ovale. Lesi berupa papul atau pustul yang eritematosa dan ditengahnya

terdapat rambut, biasanya multipel. Tempat predileksi biasanya ditungkai bawah. Sedangkan lesi

Pityrosporum folliculitis berupa papul-papul dan kadang - kadang pustul superfisial dengan dasar

kulit eritematosa yang tidak berbatas tegas disertai rasa gatal ringan, dan umumnya berlokasi

pada badan bagian atas. Kultur dari lesi di kulit untuk menyingkirkan folikulitis gram negatif

harus dilakukan jika tidak terdapat respon terhadap pengobatan atau jika tidak ada perbaikan.

17

Rosasea adalah peradangan kronik di daerah muka dengan gejala eritema, pustul dan

telangiektasis dan kadang - kadang disertai hipertrofi kelenjar sebasea. Sering ditemukan pada

wanita usia 30-50 tahun tidak terdapat komedo kecuali bila terjadi bersamaan dengan akne

vulgaris.

18

Dermatitis perioral terjadi terutama pada wanita usia 25-30 tahun dengan gejala klinis polimorfik

eritema, papul, pustul disekitar mulut yang terasa gatal. Penyebabnya tidak diketahui, walaupun

19,20

Universitas Sumatera Utara

Page 13

salisilat. Asam salisilat larut dalam lemak sehingga penetrasi ke dalam sebum / folikel lebih

mudah dibandingkan yang larut dalam air seperti glycolic acid. Pengelupasan kimiawi dapat

meningkatkan deskuamasi dengan mengurangi kohesi korneosit dan sumbatan keratinosit yang

dapat menyebabkan inflamasi. Dapat dilakukan 1 x sebulan atau setiap 6 minggu.

Ekstraksi komedo merupakan pengangkatan komedo dengan menekan daerah sekitar lesi

dengan menggunakan alat ekstraktor dapat berguna dalam mengatasi akne. Secara teori,

pengangkatan komedo tertutup dapat mencegah pembentukan lesi inflamasi. Dibutuhkan

keterampilan dan kesabaran untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

26

Terapi laser atau sinar pada akne vulgaris diantaranya adalah: intense pulsed light (500-

1200nm), pulse dye laser, laser infrared.

26



1





Terapi ajuvan merupakan tambahan pengobatan / perawatan yang diberikan bersama waktu

pengobatan berlangsung untuk mempercepat kesembuhan atau memperbaiki kondisi kulit waktu

pengobatan berlangsung.29 Pada prinsipnya perawatan wajah / skin care pada akne vulgaris

adalah mengurangi kadar sebum dan minyak pada kulit dengan tetap menjaga integritas lapisan

stratum korneum dan kelembaban kulit.30 Terapi ajuvan diantaranya adalah pembersih wajah,

sabun, susu pembersih, astringen, pelembab, tabir surya, facial

Rekomendasi Indonesian Acne Expert Meeting (IAEM) 2012 yang termasuk terapi ajuvan

adalah: skin care , skin peeling pada akne gradasi ringan dan sedang, antioksidan oral, light /

laser dan lain-lain.

30



29

Universitas Sumatera Utara

Page 14

2.1.9 Kerangka Teori










































Gambar 2.1 Diagram Kerangka Teori Penelitian







Sosio Demografi


Usia
Jenis Kelamin

Pendidikan
Pekerjaan




Wajah Dada Punggung Leher Bahu

Ringan


Komedo


Lini I
Topikal retinoid


Lini II

Topikal dapson
atau azelaic acid

atau salicylic acid


Terapi tambahan
Ekstraksi
komedo

Sedang


Papul/Pustul


Lini I

Topikal retinoid +
topikal

antimikroba atau
kombinasi


Lini II

Topikal dapson
atau azelaic acid

atau salicylic acid


Terapi tambahan
Laser / terapi
sinar, terapi
fotodinamik

Berat


Papul/Pustul


Lini I

Antibiotik oral +
topikal retinoid ±

BPO atau
kombinasi


Lini II

Antibiotik oral +
topikal retinoid ±

BPO atau
kombinasi


Wanita

Oral kontrasepsi
/antiandrogen


Terapi tambahan
Ekstraksi komedo,
laser / terapi sinar,
terapi fotodinamik


Nodul


Lini I

Antibiotik oral +
topikal retinoid


Lini II

Isotretinoin oral
atau antibiotik
oral, topikal

retinoid ± BPO/
azelaic acid atau

kombinasi.


Wanita
Oral kontrasepsi

/antiandrogen


Terapi tambahan
Ekstraksi komedo,
inj. Steroid, laser /
terapi sinar, terapi

fotodinamik


Konglobata/

Fulminan


Lini I
Isotretinoin oral ±
kortikosteroid oral


Lini II

Dosis tinggi
antibiotik oral,

topikal retinoid +
BPO atau

kombinasi.


Wanita
Oral kontrasepsi

/antiandrogen


Terapi tambahan
Inj. steroid,

laser/terapi sinar,
terapi fotodinamik

Faktor Predisposisi


Hormonal
Genetik

Stres
Makanan




AKNE VULGARIS

Predileksi

Pengobatan berdasarkan derajat keparahan

Universitas Sumatera Utara

Similer Documents