Download Biologi Pertanian - Jilid 3 PDF

TitleBiologi Pertanian - Jilid 3
File Size2.5 MB
Total Pages229
Document Text Contents
Page 2

Amelia Zuliyanti Siregar, dkk

BIOLOGI
PERTANIAN
JILID 3

SMK





Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional

Page 114

399

o banyak minum dan mengeluarkan urine sedikit.
o pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang.
o garam yang berlebih diekskresikan lewat insang secara
aktif.


Pembagian Ekosistem Laut
1. Berdasarkan daya tembus sinar matahari ke dalam air laut ,

dapat dibedakan menjadi daerah:
a. fotik, yaitu daerah yang masih dapat diterangi sinar matahari.
b. afotik, yaitu daerah yang sama sekali gelap.

Diantara kedua daerah ini, terdapat suatu daerah remang-remang
yang sering disebut dengan nama twilight.

2. Secara fisik, habitat laut dibagi menjadi 4 kelompok berikut :
a. daerah litoral, yaitu daerah yang berbatasan dengan darat.
b. daerah neritik, yaitu daerah yang masih dapat ditembus cahaya

matahari sampai pada dasarnya (± 200 m).
c. daerah batial, yaitu daerah yang kedalamannya ± 200-2500 m.
d. daerah abisal, yaitu daerah yang lebih dalam dan lebih jauh dari

pantai.


3. Berdasarkan kebiasaan hidup, makhluk hidup laut
Dibedakan menjadi plankton, perifiton, nekton, neuston, dan
bentos. Di bagian laut yang dalam tidak terdapat produsen. Oleh
karena itu dalam proses makan memakan di kalangan hewan-hewan
berlaku hukum rimba. Hewan-hewan di lautan yang dalam
kebanyakan berwarna hitam atau merah tua dan mempunyai mata
yang sangat peka. Sementara itu, hewan-hewan yang terdapat dalam
goa yang gelap kebanyakan buta dan putih (kehilangan pigmen).

Rantai makanan di daerah ini terjadi karena adanya gerakan air
dari pantai ke tengah, di samping adanya gerakan air dari
permukaan ke bawah dan sebaliknya.


10.3.4. Ekosistem Pantai
Karena hempasan gelombang air laut, di daerah pasang surut
yang merupakan perbatasan darat dan laut akan terbentuk gundukan
pasir. Setelah gundukan ini biasanya terdapat hutan, yang disebut
hutan pantai.

Ekosistem hutan pantai terdiri atas beberapa formasi. Formasi
adalah unit vegetasi yang terbentuk karena habitatnya dan
penamaannya disesuaikan dengan tumbuhan yang menyolok. Secara

Page 115

400

berurutan, formasi yang terdapat pada ekosistem hutan pantai dari
daerah pasang surut ke arah darat adalah:
1. Hutan Mangrove (bakau)
- terdapat di daerah pasang surut
- dibedakan atas:
a. Yang dasarnya dari lumpur.

Tumbuhan khasnya, antara lain: Rhizopora (bakau), Avicennia
(kayu api), Bruguiera (bogem), Acanthus, Cerbera dan Ceriops.

b. Yang dasarnya dari beting/pasir koral.
Tumbuhan khasnya ialah Sonneratio alba (preparat). Cara

tumbuhan beradaptasi antara lain:
o mempunyai akar nafas (Aficennia dan Sonneratia).
o mempunyai akar lutut (Bruguiera)
o mempunyai daun-daun yang tebal dan kaku dengan lapisan

kutikula yang tebal untuk mencegah penguapan air yang
berlebihan.

o bijinya berkecambah dalam buah, belum tanggal dari pohon
induknya, dan jelas tampak akar yang tumbuh ke bawah,
panjangnya mencapai satu meter. Fenomena ini dikenal
dengan vivipari.


2. Formasi Pes-caprae
- di daerah berpasir garis pantai.
- dicirikan oleh Ipomea-pes-caprae (Telapak kambing) sebagai

tumbuhan penyusun yang paling menyolok. Di samping itu juga
didapati rumput angin (Spinifex sp.).


3. Formasi Barringtonia

- terdapat setelah formasi pes-caprae (lebih jauh dari garis pantai).
- daerahnya berpasir/berbatu cadas.
- formasi ini dimulai dari daerah yang ditumbuhi oleh pandan

(Pandanus), bakung (Crinum), dan babakoan. Sedangkan
tumbuhan penyusunnya yang paling menyolok adalah pohon
Barringtonia sp. (keben, butun) dan Terminalia sp. (ketapang).



10.3.5. Air Payau (Estuari)
Merupakan wilayah pertemuan antara air tawar dengan air laut
atau disebut muara sungai (estuari). atau pantai lumpur. Dalam
peristiwa inilah air payau terbentuk dengan tingkat salinitas diantara
air tawar dan air laut. Vegetasi didominasi oleh tumbuhan bakau dan
nipah. Beberapa makhluk hidup laut melakukan perkembangbiakan di
wilayah ini, seperti ikan, udang, dan moluska yang banyak dijumpai
dan dapat di makan. Berdasarkan kadar garamnya (salinitas), estuari
dibedakan atas:

1. Oligohalin, yaitu daerah yang berkadar garam rendah (± 0.25%)

Page 228

B9

Siklus biogeokimia : siklus materi yang melibatkan senyawa-senyawa
kimia yang berinteraksi dengan faktor fisik, terjadi
di alam

Sinartrosis : gerak yang dilakukan sebanyak mungkin karena
adanya struktur seperti kapsul dan cairan sinovial

Sinergis : gerak beberapa otot yang searah
Senositik : hifa yang tidak bersekat, sel multinukleat
Skoliosis : keadaan tulang belakang melengkung ke samping
Sklereid : sel batu, bentuk bulat, pada tempurung kelapa
Sporulasi : pelepasan merozoit dari sel darah merah yang

terinfeksi Plasmodium sp
Sterigma : tangkai kecil menyerupai paku yang menyangga

sporangium, konidium, atau basidiospora
Takson : tingkatan pengelompokkan makhluk hidup
Transduksi kapsid : pemindahan materi genetik dari sel bakteri yang

satu ke sel bakteri yang lain dengan melalui
perantara (berupa bakteriofag)

Transformasi : pemindahan materi genetik herupa DNA dari satu
sel bakteri ke sel bakteri lain

Transpirasi : pengeluaran air tumbuhan yang berbentuk uap air
ke udara bebas

Transport aktif : proses pengankutan makanan yang terjadi pada
tumbuhan secara aktif

Triploblastik : tubuh terdiri dari 3 lapisan yaitu lapisan luar,
tengah, dan dalam

Uniseluler : makhluk hidup bersel tunggal
Vaksin : varian patogen yang sudah dilemahkan atau

bagiannya yang digunakan untuk menstimualsi
sistem imunitas makhluk hidup inang untuk
melawan patogen

Vaskuler : pengangkutan air dan garam-garam mineral
melalui pembuluh pengangkut

Variabel : suatu faktor yang mempengaruhi suatu percobaan
Virion : virus tunggal raksasa yang berstruktur lengkap
Virulen : virus yang sifat penyerangan terhadap sel inangnya

sangat aktif dan ganas sehingga sel inang tersebut
cepat mati

Volunter : mekanisme kerja otot sadar

Similer Documents