Download Konsep Diktat Pemeliharaan Pesawat.doc PDF

TitleKonsep Diktat Pemeliharaan Pesawat.doc
File Size424.0 KB
Total Pages65
Table of Contents
                            Mekanisme Permintaan dan Penerimaan Barang/Komponen
50. Bengkel Pemeliharaan Sistem (Bengkel Harsis)
	e. Dalam rangka pelaksanaan Harpesbang, kegiatan Bengkel Harsis meliputi :
1) Penerimaan Pesawat.
2) Pre Dock.
3) In Dock.
4) Post Dock.
5) Test Flight.
51. Bengkel Avionik (Beng Avionic)
	e. Dalam rangka pelaksanaan harpesbang, kegiatan bengkel avionik meliputi :
1) Penerimaan pesawat.
2) Pre Dock.
3) In Dock.
4) Post Dock.
5) Test flight.
52. Bengkel Senjata (Beng Sen)
	e. Dalam rangka pelaksanaan harpesbang, khususnya pesawat tempur Beng sen terlibat dalam seluruh kegiatan meliputi :
1) Penerimaan pesawat.
2) Pre dock.
3) In dock.
4) Post dock.
5) Test flight.
6) Penyerahan pesawat.
53. Bengkel Bantuan Pemaliharaan (Beng Banhar)
	d. Dalam rangka pelaksanaan harpesbang, bengkel banhar melaksanakan kegiatan meliputi :
	1) Penerimaan pesawat.
	2) Pre dock.
	3) In dock.
	4) Post dock dan Test flight.
	5) Penyerahan pesawat.
54. Seksi keselamatan kerja ( Sie Lamja)
                        
Document Text Contents
Page 2

adanya perawatan pesawat, maka pesawat akan mudah mengalami kerusakan secara
bertahap ataupun tiba-tiba (instantaneous failure) yang berakibat tidak lagi mempunyai
kemampuan bekerja dengan baik secara ekonomis ataupun teknis. Akibat selanjutnya
justru akan merugikan organisasi.

6. Perawatan pesawat pada umumnya dilihat sebagai kegiatan fisik seperti
membersihkan pesawat, memberi oli, memperbaiki kerusakan, mengganti komponen
dan semacamnya jika diperlukan. Untuk terlaksananya kegiatan-kegiatan tersebut
perlu adanya dukungan suku-cadang dalam berbagai ujud sesuai dengan pesawat
yang digunakan, disamping itu tentu diperlukan tenaga-tenaga yang mempunyai
kemampuan untuk merawat. Dengan kata lain kegiatan perawatan pesawat
memerlukan adanya sumber daya seperti yang diperlukan dalam aktivitas usaha lain,
yaitu man, machine, materiil, dan money (4 M). Namun tersedianya 4 M belum
menjamin efisiensi dan efektifitas perawatan pesawat, untuk itu diperlukan adanya
sistem perawatan pesawat, sehingga sumber daya yang diperlukan dapat
dimanfaatkan dengan efisiensi yang tinggi, dan kegiatan-kegiatan perawatan pesawat
berlangsung dengan efektifitas yang tinggi dalam mencapai sasaran yang dikehendaki.

7. Dari uraian diatas dapat disimpulkan definisi yang lebih singkat :
”Perawatan pesawat adalah semua dari tindak yang dilakukan menjamin pesawat
selalu dalam kondisi siap pakai (serviceable); atau memulihkan-balikkan kondisi
pesawat menjadi siap pakai”.

8. Fungsi Perawatan Pesawat. Fungsi Perawatan pesawat adalah
mempertahankan kemampuan pesawat untuk dapat digunakan melaksanakan operasi.
Dengan demikian fungsi perawatan pesawat harus dapat memenuhi tuntutan sebagai
berikut :

a. Kelaikan. Memenuhi spesifikasi standar yang ditentukan, untuk
menjamin keselamatan (safety).

b. Kemampuan operasional. Memenuhi ketentuan dan tuntutan
standar kemapuan/kinerja yang ditetapkan bagi pesawat untuk melaksanakan
misi.

c. Kesiapan operasional. Memenuhi ketentuan jumlah pesawat yang
ditetapkan untuk melaksanakan misi.

d. Keandalan (reliability) optimal. Memenuhi ketentuan standar
kemampuan untuk melaksanakan misi dalam jangka waktu dan
kondisi/lingkungan operasi tertentu, tanpa terjadinya kerusakan.

Keempat tuntutan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan sumber daya
seefisien mungkin. Perawatan pesawat yang berlebihan, akan memboroskan sumber
daya, dan bukanlah tujuan manajemen perawatan pesawat, sekalipun 4 tuntutan fungsi
Perawatan pesawat tercapai.

9. Tujuan Perawatan pesawat. Pada umumnya tujuan perawatan pesawat
adalah untuk :

"Menyiapkan personil, fasilitas dan metoda perawatan pesawat, untuk
menghasilkan produk yang handal dan aman, dengan menggunakan
sumber daya yang efektif dan efisien, atau dengan kata lain perawatan

2

Page 32

Namun karena faktor kesulitan dalam merumuskan secara matematik, maka biasanya
dikira-kira dengan distribusi eksponensial negatif.

7. Maintainability juga didefinisikan berdasarkan beberapa faktor kombinasi seperti:

a. Karakteristik dari rekayasa dan pemasangannya yang diekspresikan
sebagai probability suatu item akan disimpan pada kondisi khusus dalam
periode waktu tertentu, bilamana perawatan diselenggarakan sesuai dengan
prosedur dan sumber daya yang ditentukan.

b. Karakteristik dari rekayasa dan pemasangannya yang diekspresikan
sebagai probability suatu perawatan tidak akan membutuhkan sejumlah waktu
yang melebihi dari periode yang ditentukan, bilamana sistem beroperasi sesuai
prosedur yang ditetapkan.
c. Karakteristik dari rekayasa dan pemasangannya yang diekspresikan
sebagai probability bahwa biaya perawatan untuk suatu item tidak akan melebihi
X rupiah per periode waktu yang diprogramkan, bilamana sistem dioperasikan
dan dipelihara sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

8. Konsep Maintainability. Erat dalam permasalahan ini adalah konsep
maintainability; secara harfiah ini berarti kemudahan (sebuah mesin produksi)
dipelihara. Dalam arti selengkapnya, maintainability didefinisikan sebagai :

"Peluang sebuah mesin/sistem yang rusak dapat selesai diperbaiki dalam
satu jangka waktu tertentu bila perbaikan dilakukan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku".

Banyak hal yang menentukan apakah maintainability sebuah mesin tinggi atau rendah,
diantaranya desain dari mesin tersebut relatif terhadap manusia perawatnya. Ini bisa
berujud kelebihan, bisa pula kelemahan. Apapun ujudnya, harus diperhatikan dalam
mendesain sistem/mesin. Mesin harus didesain sedemikian rupa sehingga
"compatible" dengan pemeliharanya. Suatu aliran dalam permasalahan ini bahkan
berpendapat bahwa mesin harus sesuai dengan manusia yang nanti akan berurusan
dengannya.

9. Perhatikan sebagai contoh, rancangan sebuah mesin yang sedemikian rupa
keadaannya sehingga setiap kali akan melakukan penggantian sejenis suku cadang,
pemelihara harus membongkar sejumlah komponen lain dari mesin itu terlebih dahulu.
Setelah suku cadang yang bersangkutan dipasang, komponen-komponen lainnya
dipasang kembali. Dapat dibayangkan bagaimana tidak menyenangkannya upaya
perawatan ini bila harus dilakukan seringkali sebagai bagian dari preventif
maintenance. Akhir-akhir ini berkembang suatu ungkapan yang bagus berkenaan
dengan hal ini, yaitu "bahwa sebuah mesin harus maintenance friendly".

10. Adalah suatu hal yang sangat penting bagi para pengambil keputusan ketika
menetapkan meisn-mesin mana yang harus dibeli (atau mesin-mesin bagaimana yang
harus dibuat), mengikutkan pertimbangan-pertimbangan maintainability, dalam kaitan
ini, maintainability dari sudut manusianya. Mesin-mesin yang "ramah" terhadap
manusia akan membuatnya menjadi lebih mudah dan lebih cepat dirawat. Bahkan juga
lebih memungkinkan ketelitian hasil perawatan yang lebih tinggi. Sejumlah desain
yang umumnya menentukan tingkat maintainability dari sudut perawatan adalah :

32

Similer Documents