Download LAPORAN KASUS DIARE PDF

TitleLAPORAN KASUS DIARE
File Size405.4 KB
Total Pages31
Document Text Contents
Page 15

mempunyai kadar Na tinggi (>90 mEq/L), dan perbedaan osmotiknua kuran

dari 20 mOsm/L.
6

Osmotik Sekretorik

Volume tinja <200 ml/hari >200 ml/hari

Puasa Diare berhenti Diare berlanjut

Na+ tinja <70 mEq/L >70 mEq/L

Reduksi (+) (-)

pH tinja <5 >6

Dikenal bahan-bahan yang menstimulasi sekresi lumen yaitu

enterotoksin bakteri dan bahan kimia yang dapat menstimulasi seperti

laksansia, garam empedu bentuk dihidroxy, serta asam lemak rantai

panjang. Toksin penyebab diare ini terutama bekerja dengan cara

meningkatkan konsentrasi intrasel cAMP, cGMP, atau Ca++ yang

selanjutnya akan mengaktifasi protein kinasi. Pengaktifan protein kinase

akan menyebabkan fosforilase membrane protein sehingga megakibatkan

perubahan saluran ion, akan menyebabkan Cl- di kripta keluar. Disisi lain

terjadi peningkatan pompa natrium , dan natrium masuk ke dalam lumen

usus bersama Cl-.
1

3. Diare dapat juga dikaitkan dengan gangguan motilitas.

Meskipun motilitas jarang menjadi penyebab utama malabsorbsi, teatpi

perubahan motilitas mempunyai pengaruh terhadap absorbs. Baik peningkatan

ataupun penurunan motilitas keduanya dapat menyebabkan diare. Penurunan

motilitas dapat mengakibatkan bakteri tumbuh lampau yang menyebabkan

diare. Perlambatan transit obat-obatan atau nutrisi akan meningkatkan absorbsi,

Kegagalan motilitas usus yang berat menyebabkan statis intestinal bearkibat

inflamasi, dekonjugasi garam empedu dan malabsorbsi. Diare akibat

hiperperistaltik pada anak jarang terjadi. Watery diare dapat disebabkan karena

hipermotilitas pada kasus kolon irritable pada bayi. Gangguan motilitas

mungkin merupakan penyebab diare pada Thyrotoksikosis, malabsorbsi asam

empedu, dan berbagai peyakit lain.
1

4. Proses inflamasi di usus halus dan kolon menyebakan diare pada beberapa

keadaan.

Similer Documents