Download Migrasi Ikan Dan Faktor PDF

TitleMigrasi Ikan Dan Faktor
File Size90.6 KB
Total Pages6
Document Text Contents
Page 2

tubuhnya. Contoh: Seriola qiuqueradiata menyukai medium dengan salinitas 19 ppt, sedangkan

ikan cakalang menyukai perairan dengan kadar salinitas 33-35 ppt.

- Arus pasang surut. Arus akan mempengaruhi migrasi ikan melalui transport pasif telur ikan dan

juvenil dari daerah pemijahan menuju daerah asuhan dan mungkin berorientasi sebagai arus yang

berlawanan pada saat spesies dewasa bermigrasi dari daerah makanan menuju ke daerah

pemijahan. Ikan dewasa yang baru selesai memijah juga memanfaatkan arus untuk kembali ke

daerah makanan. Pasang surut di perairan menyebabkan terjadinya arus di perairan yang disebut

arus pasang dan arus surut.

- Intensitas cahaya. Perubahan intensitas cahaya sangat mempengaruhi pola penyebaran ikan,

tetapi respon ikan terhadap perubahan intensitas cahaya dipengaruhi oleh jenis ikan, suhu dan

tingkat kekeruhan perairan. Ikan mempunyai kecenderungan membentuk kelompok kecil pada

siang hari dan menyebar pada malam hari.

- Musim. Musim akan mempengaruhi migrasi vertikal dan horisontal ikan, migrasi ini

kemungkinan dikontrol oleh suhu dan intensitas cahaya. Ikan pelagis dan ikan demersal

mengalami migrasi musiman horisontal, mereka biasanya menuju ke perairan lebih dangkal atau

dekat permukaan selama musim panas dan menuju perairan lebih dalam pada musim dingin.

- Matahari. Ikan-ikan pelagis yang bergerak pada lapisan permukaan yang jernih kemungkinan

besar menggunakan matahari sebagai kompas mereka, tetapi hal ini mungkin tidak berlaku bagi

ikan-ikan laut dalam yang melakukan migrasi akibat pengaruh musim.

- Pencemaran air limbah. Pencemaran air limbah akan mempengaruhi migrasi ikan, penambahan

kualitas air limbah dapat menyebabkan perubahan pola migrasi ikan ke bagian hulu sungai.

Contoh: ikan white catfish pada musim pemijahan banyak terdapat didaerah muara, padahal

biasanya ikan ini memijah di hulu sungai. Tetapi migrasi mereka terhalang oleh air limbah di

hulu sungai.

Faktor Internal

- Kematangan gonad. Kematangan gonad diduga merupakan salah satu pendorong bagi ikan

untuk melakukan migrasi, meskipun bisa terjadi ikan-ikan tersebut melakukan migrasi sebagai

proses untuk melakukan pematangan gonad.

Page 3

http://ihsanulkhairi86saja.wordpress.com/2011/11/15/migrasi-ikan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhinya/
http://ihsanulkhairi86saja.wordpress.com/2011/11/15/migrasi-ikan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhinya/

Page 4

atau setiap musim pemijahan sedangkan migrasi yang dilakukan ikan yang masih kecil (juvenil)

untuk mencari makanan dapat dilakukan berulangkali.

Ikan salmon merupakan ikan yang anadromus yaitu ikan yang beruaya dari perairan laut

menuju ke perairan tawar. Ikan salmon dewasa banyak menghabiskan waktunya di perairan laut

dan akan beruaya ke perairan tawar untuk melakukan pemijahan. Pemijahan ikan salmon ini

terjadi pada musim dingin dan musim gugur di hulu sungai. Setelah pemijahan, larva ikan

salmon akan kembali ke laut untuk mendapatkan makanan, tetapi perjalannya ke laut sangat

tergantung pada ketersediaan makanan disekitarnya. Jones FRH (1970) dalamjurnal Fahmi

(2010) menyatakan bahwa Salmon Atlantik baru akan migrasi setelah satu hingga enam tahun

atau lebih lama dari Salmon Pasifik sekitar 2 – 3 tahun. Salmon Atlantik dapat melakukan

pemijahan 2 – 3 kali ke perairan tawar sedangkan Salmon Pasifik hanya melakukan 1 kali setelah

itu mati. Beberapa peneliti telah melaporkan bahwa tingkat homing atau kemampuan ikan

dewasa untuk kembali ke tempat asalnya, untuk kematangan gonad dan reproduksi pada

beberapa jenis ikan salmon yaitu Salmon Oncorhynchus mykiss 94%, Salvelinus fontinalis 99,5%

danSalmotrutta 100%.

Ruaya atau migrasi lainnya adalah yang dilakukan oleh ikan Sidat (Anguilla anguilla).

Ikan Sidat termasuk ikan yang katadromus yaitu ikan yang beruaya dari air tawar menuju air laut

untuk melakukan pemijahan. Ruayanya juga dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor

eksternal.

Faktor internal yang mempengaruhi proses migrasi ikan sidat adalah faktor genetik yaitu

ekspresi genetic ikan tergantung ikan tergantung pada lingkungan dan stadia perkembangan ikan

yang memberikan respon pada insting dan fisiologi ikan kecil untuk melakukan migrasi menuju

ke area feeding ground dan ikan dewasa oleh instingnya melakukan migrasi ke daerah

pemijahan (spawning ground). Keseimbangan metabolik juga merupakan faktor internal yang

lain karena banyak ikan melakukan migrasi untuk mencari makan dalam hal pemenuhan isi

lambungnya karena kelaparan dan berkaitan dengan keseimbangan metabolism. Pemijahan juga

merupakan faktor internal ikan sidat melakukan migrasi.

Faktor eksternal yang mempengaruhi migrasi ikan sidat adalah terkait dengan intensitas

cahaya. Ikan sidat sebagai ikan nokturnal tidak akan meninggalkan shelter hingga matahari

tenggelam. Ikan sidat akan bergerak cepat menuju hulu pada malam hari karena aktivitas ikan

sidat sangat dipengaruhi oleh cahaya bulan.

Similer Documents