Download perencanaan ruang apartemen (1) PDF

Titleperencanaan ruang apartemen (1)
File Size5.3 MB
Total Pages27
Document Text Contents
Page 1

Apartemen di D.I. Yogyakarta


Melissa Sharon - 100113704
151

BAB VI

KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN



VI.1. Konsep Programatik

VI.1.1. Konsep Sasaran Pengguna dan Pelaku

Sasaran penghuni apartemen ini lebih mengarah kepada keluarga, yaitu

penghuni laki-laki dewasa, penghuni wanita, penghuni anak-anak (berstatus sebagai

pelajar), serta lajang (mahasiswa atau pekerja). Selain itu, sasaran penghuni

apartemen ini merupakan masyarakat dari kalangan dengan ekonomi menengah.

Jenis pelaku apartemen ini dapat dijelaskan dalam beberapa golongan, yaitu:

d. Penghuni Apartemen

Penghuni Apartemen ini adalah pemilik unit apartemen atau penyewa unit

apartemen yang merupakan pelaku kegiatan yang secara rutin tinggal/datang di

dalam apartemen dengan tujuan tinggal dengan menyewa sesuai jangka waktu

tertentu atau dengan membeli unit hunian apartemen. Penyewa apartemen dapat

digolongkan menjadi penyewa jangka panjang (penyewa fasilitas utama, yaitu

hunian, dan fasilitas penunjang bangunan yang kegiatannya berlangsung lama

sepeti retail, cafetaria) dan penyewa jangka pendek (penyewa fasilitas

penunjang yang kegiatannya berlangsung dalam waktu yang singkat seperti

ruang serba guna)

e. Pengelola Apartemen

Pengelola Apartemen ini terdiri dari kelompok administrasi dan kelompok

operasional pengawasan. Kelompok administrasi tersebut merupakan pengelola

yang melaksanakan kegiatan administrasi berupa pemasaran, front office, bagian

keuangan, manajemen properti, bagian umum dan personalia intern pengelola.

Kelompok operasional pengawasan merupakan pengelola yang melakukan

pengawasan terhadap keamanan (security), keselamatan (mekanikal dan

elektrikal), penggunaan sarana dan perlengkapan bangunan (pengelola fsilitas,

perawatan bangunan, house keeping)

f. Pengunjung Apartemen

Pengunjung Apartemen ini dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu tamu

penghuni apartemen yang tidak secara rutin tinggal/datang dalam apartemen dan

Page 2

Apartemen di D.I. Yogyakarta


Melissa Sharon - 100113704
152

pengguna fasilitas umum merupakan pengunjung ataupun penghuni apartemen

yang memiliki kepentingan untuk menggunakan fasilitas-fasilitas umum yang

ada di Apartemen, seperti ATM Center, jogging track, kolam renang, cafetaria,

dan lain sebagainya.



VI.1.2. Konsep Pengelompokan Kegiatan

Berdasarkan pelaku dan kegiatan pada bangunan Apartemen di Sleman ini

maka dapat terbagi menjadi tiga kelompok kegiatan, yaitu

1. Kegiatan Penghuni Apartemen

Merupakan kegiatan utama yaitu bertempat tinggal dan melakukan kegiatan

sehari-hari sesuai dengan karakteristik masing-masing penghuni. Penghuni

juga dapat merupakan penyewa unit apartemen yang secara rutin

tinggal/datang di dalam apartemen unit hunian apartemen dengan tujuan

tinggal dengan menyewa sesuai jangka waktu tertentu.

2. Kegiatan Pengelola Apartemen

Kegiatan Pengelola Apartemen ini terdiri menjadi dua, yaitu kelompok

administrasi merupakan pengelola yang melaksanakan kegiatan administrasi

berupa pemasaran, front office, bagian keuangan, manajemen properti, bagian

umum dan personalia intern pengelola, sedangkan kelompok operasional

pengawasan merupakan pengelola yang melakukan pengawasan terhadap

keamanan (security), keselamatan (mekanikal dan elektrikal), penggunaan

sarana dan perlengkapan bangunan (pengelola fasilitas, perawatan bangunan,

house keeping)

3. Kegiatan Pengunjung Apartemen

Kegiatan pengunjung apartemen ini merupakan kegiatan yang beragam dan

tidak secara terjadi dalam apartemen. Kegiatan pengunjung dapat dibedakan

menjadi dua kategori, yaitu sebagai tamu penghuni apartemen atau sebagai

pengguna fasilitas umum yang memiliki kepentingan untuk menggunakan

fasilitas-fasilitas umum yang ada di Apartemen, seperti ATM Center, jogging

track, kolam renang, cafetaria, dan lain sebagainya.

Page 13

Apartemen di D.I. Yogyakarta


Melissa Sharon - 100113704


163

VI.2. Konsep Penekanan Studi

VI.2.1. Konsep Penekanan Pendekatan Behavioral Architecture (Arsitektur Perilaku)

Perancangan karakter Behavioral Architecture (Arsitektur Perilaku) yang

ditujukan pada perancangan Apartemen di D.I.Yogyakarta ini tentunya akan

mengacu dari prinsip-prinsipnya yang telah dianalisis sebelumnya. Karakteristik

arsitektur perilaku diwujudkan melalui analisis dari fungsi kebutuhan dasar, fungsi

kebutuhan standar hingga fungsi kebutuhan sosial. Berikut merupakan prinsip-

prinsip karakteristik dari Arsitektur berwawasan perilaku:

• Arsitektur perilaku memiliki tujuan untuk menciptakan lingkungan yang

menyesuaikan perilaku manusia penggunanya, dala hal ini pengguna ruang

yang dituntut untuk beradaptasi dan menyesuaikan perilakunya dengan

lingkungan perancangan.

• Arsitektur dan perilaku memiliki hubungan yang saling mempengaruhi.

• Selain menekankan pada aspek kenyamanan fisik, arsitektur perilaku

hendaknya juga mempertimbangkan aspek psikologi.

• Arsitektur perilaku diharapkan memiliki keseimbangan yang baik antara

perilaku manusia dan lingkungan perancangan.

Penghuni apartemen seringkali hidup secara individualistis dan kurang dalam

hal berinteraksi sosial. Penghuni apartemen ini memiliki perilaku yang berbeda

antara satu dengan lainnya, sehingga mereka memiliki cara yang berbeda dalam

memberi respon pada lingkungannya. Sehingga perlu ada pembatasan, keterarahan,

sikap/ tindakan perilaku terhadap lingkungan fisik.

Page 14

Apartemen di D.I. Yogyakarta


Melissa Sharon - 100113704


164

VI.2.2. Konsep Hubungan Interaksi Sosial dengan Pendekatan Behavioral Architecture (Arsitektur Perilaku)

Tabel 6. 2 Konsep Hubungan Interaksi Sosial dan Pendekatan Behavioral Architecture (Arsitektur Perilaku)

Karakteristik Penghuni Apartemen
pada umumnya

Wujud Prinsip Perilaku apabila diiterapkan
pada penghuni Apartemen yang akan

dirancang
Unsur Fisik

Kata Kunci Pendekatan
Behaviour Architecture pada
perancangan Apartemen

Interaksi Sosial

• Interaksi sosial antar penghuni tidak
berlangsung karena sebagai masyarakat
urban yang memiliki kesibukan masing-
masing cenderung bersifat individualis

• Kurangnya hubungan sosial dan
emosional timbal balik

• Merasa tidak membutuhkan kontak sosial
dengan tetangga dalam satu tempat
tinggal


Rancangan hendaknya dapat menciptakan
interaksi sosial antarpenghuni apartemen.
Interaksi merupakan wujud hubungan dari
satu objek dengan yang lainnya, meliputi
interaksi terhadap sesama manusia,
bangunan, dan lingkungan sekitarnya.
Menciptakan suasana yang memiliki
pergerakan dan citra yang baik--> fleksibel
dan dinamis

- Interaksi manusia-manusia dapat diwujudkan dengan
ruang bersama/ ruang publik pada sirkulasi utama,
diharapkan jika melewati area tersebut akan ada
pertemuan antarpenghuni yang dapat menimbulkan
sebuah interaksi

- Interaksi bangunan-bangunan
Tatanan massa pada bangunan yang diposisikan
saling berhadapan akan menimbulkan interaksi antar
bangunan.

- Interaksi manusia-bangunan
- Dengan penggunaan warna natural yang umum
digunakan akan membuat penghuni mudah mengenali
bangunan dan merasa tidak asing (diterima oleh
semua karakteristik pengguna ruang)

- Interaksi bangunan-lingkungannya
- Ruang terbuka hijau seperti taman, kolam , atau
pedestrian merupakan ruang luar yang dapat
menghubungkan antarbangunan.

- Interkasi manusia-lingkunganya
Adanya area terbuka hijau yang dapat menguntungkan
penghuni (misal, supplay oksigen) seharusnya
membuat pengguna apartemen menyadari untuk
memberikan respon timbal balik, yaitu tidak merusak
tatanan alami yang merupakan area tempat tinggal

Komunikasi,
Interaksi/ hubungan sosial,

Fleksibel dan dinamis


Perilaku

• Perilaku bisa terjadi secara disadari
ataupun tidak disadari, mementingkan
kepraktisan, tidak memahami batas
teritorial, kebanyakan perilaku manusia
tidak peduli atau tdak bertanggung jawab
dalam memelihara lingkungan di dalam
tempat tinggalnya sendiri

Rancangan hendaknya mampu menciptakan
suatu respon terhadap lingkungan
sehingga pengguna lingkungan diharapkan
dapat memberi respon timbal balik dan
meminimalisir kebiasaan perilaku penghuni
yang dirasa kurang sesuai atau dapat
dikatakan sebagai suatu perilaku yang
menyimpang

- Pola pergerakan
Tatanan sirkulasi pada tapak baik di luar ataupun di
dalam bangunan dapat membentuk suatu pola
pergerakan pengguna bangunan

- Kemudahan aksesbilitas (pencapaian ke suatu ruang
yang dituju)

Perilaku yang terarah,
Respon Terhadap

Lingkungan

Page 26

Apartemen di D.I. Yogyakarta


Melissa Sharon - 100113704
176

DAFTAR PUSTAKA

Akmal, Imelda. 2007. Menata Apartemen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Ashihara, Yoshinobu. 1986, Perancangan Eksterior dalam Arsitektur. Bandung: Abdi
Widy

De Chiara, Joseph dan Michael J. Crosbie. 2001. Time-Saver Standards for Building
Types. New York: Mc Graw-Hill.

Duerk, Donna P. 1993. Architectural Programming : Information Management for Design.
New York : Van Nostrand Reinhold

Edward Paul. 1972: The Encyclopedia of Philosophy, vol.3 dan 4. Mac Millian Publishing

Heimsath, Clovis. 1988. Behavioral Architecture, Toward an Accountable Design
Process.New York: Mc Graw-Hill.

Laurens, Joyce Marcella. 2004. Arsitektur dan Perilaku Manusia. Jakarta: PT. Grasindo.

Lynch, Kevin dan Hack, Gary. 1984. Site Planning Third Edition. Cambridge MA and
London: MIT Press

Mangunwijaya, Y.B. 1992. Wastu Citra. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Marlina, Endy. 2008. Panduan Perancangan Bangunan Komersial. Yogyakarta: ANDI

Maryati, K dan J. Suryawati. 2003. Sosiologi 1. Jakarta: Erlangga

Moore, T.Gary. 1979.‘Pengkajian Lingkungan Perilaku’ dalam Introduction to
Architecture. England: Mc.Graw Hill.

Neufert, Ernst.2002 Archtecture Data Jilid I & II Edisi 33, terjemahan. Jakarta: Erlangga

Panero, Julius dan Martin Zelnik. 2005. Dimensi Manusia dan Ruang Interior. Jakarta:
Erlangga.

Paul, Samuel. 1967. Apartment Their Design and Development. New York: Rainhold Pub
Co.

Rapoport, Amos. 1969. House Form and Culture. New York: Prentice - Hall.Inc.
Engglewood Cliffs N.J.

Rapoport, Amos. 1977. Human Aspects of Urban Form; Towards a Man Environment
Approach to Urban Form and Design. Oxford: Pergamon Press

S.Juwana, MSAE., Ir.Jimmy. 2005. Panduan Sistem Bangunan Tinggi. Jakarta : Erlangga

Schaefer, Richard T. 2007. Sociology. England: Mc.Graw-Hill Higher Education

Page 27

Apartemen di D.I. Yogyakarta


Melissa Sharon - 100113704
177

Savitri, Esti, Marcel Ignatius, Amelia Budihardjo, Imelda Anwar, dan Viva Rahwidyasa.,
Aditya, Ferihan F. (2007). Indonesia Apartment: Design Concept Lifestyle. Jakarta:
PT. Griya Asri Prima.

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

White, Edward T. 1986. Tata Atur. Bandung: Penerbit ITB



DAFTAR REFERENSI

http://dppka.jogjaprov.go.id/document/02%20BAB%20II%20-%20Kondisi%20Umum.doc

http://books.google.co.id/books?hl=id

http://www.e-bookspdf.org/download/arsitektur-perilaku.html

http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._TEKNIK_ARSITEKTUR/196609301997032-

SRI_HANDAYANI/Bahan_Ajar_Mata_Kuliah_ArsLansekap_4.pdf

http://www.scribd.com/doc/179935436/Analisa-Apartemen-doc

www.slemankab.go.id

Similer Documents