Download PROSES MANAJEMEN RISIKO PDF

TitlePROSES MANAJEMEN RISIKO
File Size154.9 KB
Total Pages12
Document Text Contents
Page 1

Risiko ada di mana-mana, bisa datang kapan saja, dan sulit dihindari. Jika risiko tersebut

menimpa suatu organisasi, maka organisasi tersebut bisa mengalami kerugian yang signifikan.

Dalam beberapa situasi, risiko tersebut bisa mengakibatkan kehancuran organisasi tersebut.

Karena itu risiko penting untuk dikelola. Manajemen risiko bertujuan untuk mengelola risiko

tersebut sehingga kita bisa memperoleh hasil yang paling optimal. Dalam konteks organisasi,

organisasi juga akan menghadapi banyak risiko. Jika organisasi tersebut tidak bisa mengelola

risiko dengan baik, maka organisasi tersebut bisa mengalami kerugian yang signifikan. Karena

itu risiko yang dihadapi oleh organisasi tersebut juga harus dikelola, agar organisasi bisa

bertahan, atau barangkali mengoptimalkan risiko. Perusahaan sering kali secara sengaja

mengambil risiko tertentu, karena melihat potensi keuntungan dibalik risiko tersebut.

Manajemen risiko pada dasarnya dilakukan melalui proses-proses berikut ini:

1. Menetapkan Konteks
2. Identifikasi Risiko
3. Analisis Risiko
4. Evaluasi Risiko
5. Pengendalian Risiko

A. Menetapkan Konteks
1. Umum

Pada dasarnya urutan kegiatan dalam proses manajemen risiko ini menggambarkan

beberapa konsep dasar sebagai berikut:

a. Urutan tahapan manajemen risiko menggambarkan siklus ‘problem solving’.

b. Manajemen risiko bersifat preventif.

c. Manajemen risiko sejalan dengan konsep ‘continuous improvement’.

d. Manajemen risiko fokus pada ruang lingkup masalah yang akan dikelola.

2. Konteks Strategis

Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah: mendefinisikan hubungan

antara organisasi dan lingkungan sekitarnya, mengidentifikasi kelebihan, kekurangan,

kesempatan dan rintangan. Konteksnya meliputi bidang keuangan, bidang operasional, pesaing,

bidang politik (persepsi umum), sosial, klien, budaya dan bidang legal dari fungsi organisasi.

Mengidentifikasi faktor pendukung internal dan eksternal dan mempertimbangkan tujuan,

menjadikannya dalam bentuk persepsi dan menerbitkan peraturan. Intinya tahapan ini melakukan

Page 2

eksplorasi terhadap semua faktor yang dapat mendukung dan menghambat jalannya kegiatan

manajemen risiko selanjutnya.

Tahap ini berfokus pada lingkungan dimana organisasi itu berada. Sebuah organisasi

seharusnya mencoba menetapkan elemen-elemen penting yang mungkin mendukung atau

menghambat kemampuan untuk mengelola risiko yang dihadapi, analisa strategis harus dibuat.

Hal ini seharusnya didukung pada level eksekutif, membuat parameter dasar dan memberikan

bimbingan lebih rinci bagi proses manajemen risiko. Dimana seharusnya ada hubungan yang erat

antara misi organisasi atau tujuan organisasi atau tujuan strategis dengan pengelolaan dari

seluruh risiko yang akan dilakukan.

3. Konteks Organisasi

Sebelum studi manajemen risiko dilakukan, merupakan hal penting untuk memahami

kondisi organisasi dan kemampuannya, seperti halnya pemahaman terhadap tujuan, sasaran dan

strategi yang dibuat untuk manajemen risiko. Merupakan hal penting memahami alasan-alasan

berikut:

a. Manajemen risiko menempati konteks sebagai tujuan tahap dekat untuk mencapai tujuan

organisasi dan strategi organisasi, karena hasil manajemen risiko barulah tahap awal

untuk terciptanya ‘continuous improvement’.

b. Kegagalan pencapaian sebuah objektif dari organisasi bisa dilihat sebagai salah satu

risiko yang harus dikelola.

c. Jelasnya kebijakan dan pengertian tujuan organisasi akan sangat membantu dalam

menentukan kriteria penilaian terhadap risiko yang ada, apakah dapat diterima/ tidak,

demikian juga dengan penentuan pilihan-pilihan pengendaliannya.

4. Konteks Manajemen Risiko

Tujuan, strategi, ruang lingkup dan parameter dari aktifitas, atau bagian dari organisasi

dimana proses manajemen risiko harus dilaksanakan, dan ditetapkan. Proses itu sebenarnya

dilakukan dengan pemikiran dan pertimbangan yang matang untuk memenuhi keseimbangan

biaya, keuntungan dan kesempatan. Prasyarat sumber risiko dan pencatatannya dibuat secara

spesifik. Isi dan ruang lingkup dari aplikasi proses manajemen risiko, meliputi :

Page 7

2) Risiko sedang
3) Risiko tinggi

b. Analisis Semi-Kuantitatif
Pada analisis semi kuantitatif, skala kualitatif yang telah disebutkan diatas diberi nilai.

Setiap nilai yang diberikan haruslah menggambarkan derajat konsekuensi maupun

probabilitas dari risiko yang ada. Misalnya suatu risiko mempunyai tingkat probabilitas

sangat mungkin terjadi, kemudian diberi nilai 100. setelah itu dilihat tingkat konsekuensi

yang dapat terjadi sangat parah, lalu diberi nilai 50. Maka tingkat risiko adalah 100 x 50

= 5000. Nilai tingkat risiko ini kemudian dikonfirmasikan dengan tabel standar yang ada

(misalnya dari ANZS/ Australian New Zealand Standard, No. 96, 1999).
Kehati-hatian harus dilakukan dalam menggunakan analisis semi-kuantitatif, karena nilai

yang kita buat belum tentu mencerminkan kondisi obyektif yang ada dari sebuah risiko.

Ketepatan perhitungan akan sangat bergantung kepada tingkat pengetahuan tim ahli

dalam analisis tersebut terhadap proses terjadinya sebuah risiko. Oleh karena itu kegiatan

analisis ini sebaiknya dilakukan oleh sebuah tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu

dan background, tentu saja juga melibatkan manajer ataupun supervisor di bidang

operasi.

c. Analisis Kuantitatif
Analisis dengan metode ini menggunakan nilai numerik. Kualitas dari analisis tergantung

pada akurasi dan kelengkapan data yang ada. Konsekuensi dapat dihitung dengan

menggunakan metode modeling hasil dari kejadian atau kumpulan kejadian atau dengan

mempekirakan kemungkinan dari studi eksperimen atau data sekunder/ data terdahulu.
Probabilitas biasanya dihitung sebagai salah satu atau keduanya (exposure dan

probability). Kedua variabel ini (probabilitas dan konsekuensi) kemudian digabung untuk

menetapkan tingkat risiko yang ada. Tingkat risiko ini akan berbeda-beda menurut jenis

risiko yang ada.

5. Sensitifitas Analisis

Tingkatan sensitifitas analisis (dimulai dari yang paling sensitif sampai dengan yang

kurang sensitif) adalah:

a. Analisis Kuantitatif

Page 12

K
o

m
u

n
i k

a
s i d

a
n

K
o

n
s u

l t a
s i

Resiko yang diterima

Risiko yang diterima

Peringkat dan evaluasi Resiko

Diterima

Pertimbangan biaya dan keuntungan yang ada

Merekomendasikan strategi pengendalian

Pemilihan strategi pengendalian

Persiapan rencana pengendalian

Mengurangi probabilitasMengurangi konsekuensiTransfer secara penuh/sebagianPencegahan

Kembali

Mengurangi probabilitasMengurangi konsekuensiTransfer secara penuh/sebagianMencegah
Identifikasi alternatif pengendalian

Menilai alternatif pengendalian

Persiapan alternatif pengendalian

Pelaksanaan pengendalian terpilih

Ya

Tdk

Ya

Tdk

Bagian yang dikembalikan Bagian Pengiriman Gambar 2.2. Proses Pengendalian Risiko

Similer Documents