Download Referat Atrial Fibrilasi PDF

TitleReferat Atrial Fibrilasi
File Size636.5 KB
Total Pages23
Document Text Contents
Page 11

11

3. Interval antara dua gelombang aktivasi atrium tersebut biasanya

 bervariasi, umumnya kecepatannya melebihi 450x/menit.

Gambar 6. Irama jantung normal dan Atrial Fibrilasi

b. Patofisiologi

Mekanisme AF terdiri dari 2 proses, yaitu proses aktivasi lokal dan

multiple wavelet reentry. Proses aktivasi lokal bisa melibatkan proses

depolarisasi tunggal atau depolarisasi berulang. Pada proses aktivasi lokal,

fokus ektopik yang dominan adalah berasal dari vena pulmonalis superior.

Selain itu, fokus ektopik bisa juga berasal dari atrium kanan, vena cava

superior dan sinus coronarius. Fokus ektopik ini menimbulkan sinyal

elektrik yang mempengaruhi potensial aksi pada atrium dan menggangu

 potensial aksi yang dicetuskan oleh nodus SA2,7,9,14.

Sedangkan multiple wavelet reentry, merupakan proses potensial

aksi yang berulang dan melibatkan sirkuit/jalur depolarisasi. Mekanisme

multiple wavelet reentry tidak tergantung pada adanya fokus ektopik seperti

 pada proses aktivasi lokal, tetapi lebih tergantung pada sedikit banyaknya

sinyal elektrik yang mempengaruhi depolarisasi. Pada multiple wavelet

reentry, sedikit banyaknya sinyal elektrik dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu

 periode refractory, besarnya ruang atrium dan kecepatan konduksi. Hal ini

Page 12

12

 bisa dianalogikan, bahwa pada pembesaran atrium biasanya akan disertai

dengan pemendekan periode refractory dan penurunan kecepatan konduksi.

Ketiga faktor tersebutlah yang akan meningkatkan sinyal elektrik dan

menimbulkan peningkatan depolarisasi serta mencetuskan terjadinya

AF2,7,9,14.

Gambar 7. A. Proses Aktivasi Lokal Atrial Fibrilasi dan B. Proses Multiple Wavelets

Reentry Atrial Fibrilasi

c. Faktor Resiko

Beberapa orang mempunyai faktor resiko terjadinya AF,

diantaranya adalah1:

a. Diabetes Melitus

 b. Hipertensi

c. Penyakit Jantung Koroner

d. Penyakit Katup Mitral

e. Penyakit Tiroid

f. Penyakit Paru-Paru Kronik

g. Post. Operasi jantung

h. Usia ≥ 60 tahun

i. Life Style

Page 23

23

11. Blackshear JL, Odell JA (February 1996). "Appendage obliteration to reduce

stroke in cardiac surgical patients with atrial fibrillation".  Ann. Thorac. Surg.

61 (2): 755 – 9.

12. Guyton (1995). Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. EGC: 287-305.

13. Ganong William F (1999). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 17. EGC: 682-

712.

14. Sylvia A. Price, Lorraine M. Wilson (2000). Patofisiologi (Konsep Klinis

Proses-proses Penyakit) Buku 2, Edisi 4. EGC: 770-89, 813-93.

15. Harrison (2000). Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam Volume 3 Edisi 13.

EGC: 1418-87.

Similer Documents