Download SOP anak PDF

TitleSOP anak
File Size313.6 KB
Total Pages19
Document Text Contents
Page 1

54








BAYI BERAT LAHIR RENDAH
NO DOKUMEN

SOP/PEL-MDK/023

NO REVISI

00

HALAMAN

1/4

TANGGAL TERBIT

5 Januari 2010

DITETAPKAN OLEH

DIREKTUR









dr. E. Trisno Susilo


Pengertian Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir

kurang dari 2500 g (berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang

dalam 1 jam setelah lahir).

Ada 2 macam BBLR

- Bayi kurang bulan (KR); bayi yang dilahirkan dengan
umur kehamilan 37 minggu

- Bayi kecil masa kehamillan (KMK) ; bayi yang dilahirkan
dengan berat badan lahir kurang dari persentil ke-10 kurva

pertumbuhan janin dari battaglia dan lubchenko

- Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR) : Berat Lahir 1500
g

- Bayi berat lahir ekstrim rendah (BBLER) : berat lahir 1000
g

Masalah pada BBLR

a. Belum dapat mempertahankan suhu normal, karena :
- Pusat pengatur suhu badan masih dalam perkembangan
- Cadangan energi sangat kurang (glikogen di jaringan dan

lemak coklat di subkutan sedikit)

- Permukaan tubuh relatif lebih luas, sehingga resiko
kehilangan panas dan air relatif besar)

- Jaringan lemak subkutan lebih tipis, sehingga resiko
kehilangan panas melalui kulit lebih besar)

b. Nutrisi
- Refleksi isap dan menelan belum sempurna
- Pada pemberian minum peroral mudah kembung, otot

dinding perut masih lemah, otot saluran pencernaan masih

lemah

- Malas minum, berat badan tak bertambah untuk waktu
cukup lama

- Pertahanan tubuh lebih rendah sehingga rentan terhadap
infeksi

- Fungsi organ belum baik (terutama umur kehamilan 35
minggu), misalnya sistem pernapasan, saluran cerna, hati,

ginjal, metabolisme dan kekebalan.

Page 10

63








DEMAM TIFOID
NO DOKUMEN

SOP/PEL-MDK/028

NO REVISI

00

HALAMAN

2/2

TANGGAL TERBIT

5 Januari 2010

DITETAPKAN OLEH

DIREKTUR









dr. E. Trisno Susilo



Prosedur 1. Istirahat (tirah baring), dengan alih baring.
2. Diit BBS TKTP, selama masih panas dengan pengaturan

sebagai berikut :

- 5 hari bebas panas : 2 x BBS, 1 kali BBN, boleh duduk
6 hari bebas panas : 1 x BBS, 2 kali BBN, boleh berdiri

3. Medikamentosa
- Kloramfenikol : 74 mg/kg bb/ hari dibagi 3 a 4 dosis

dengan dosis maksimum 2 g/hari, diberikan sampai 3 hari

bebas panas, minimal diberikan 7 hari.

- Kotrimoksasol : 6 mg trimotoprim, 30 mg sulfat
metoksasol/ kg bb/hari dibagi dalam 2 dosis, diberikan

sampai 3 hari bebas panas, minimal diberikan 7 hari.

4. Penanganan komplikasi tergantung jenisnya
Pemantauan

1. Keadaan umum, tanda utama
2. Intake makanan/ cairan kalau perlu diberi MLP
3. Kemungkinan komplikasi

a. Renjatan : keadaan umum, tanda utama
b. Perforasi dan perdarahan usus : keadaan umum,

pemeriksaan fisik, tinja darah tepi, radiologi.

c. Miokarditis : pemeriksaan fisik EKG
d. Penekanan sumsum tulang karena kloramfenikol :

angka trombosit, jumlah granulosit, retulosit.

4. Pemeriksaan widal dapat diulang seminggu kemudian
kalau hasil pertama negatif









Unit terkait Dokter

Similer Documents